Dalam mengawali hari yang produktif, terutama bagi anak-anak yang memiliki agenda latihan olahraga yang padat, sarapan memegang peranan yang sangat fundamental. BAPOMI Pasaman baru-baru ini menggelar kampanye edukasi mengenai Energi Pagi yang bertujuan untuk menyadarkan anak-anak yatim di panti asuhan akan pentingnya asupan nutrisi di awal hari. Banyak anak yang mungkin menganggap sepele sarapan, padahal konsumsi makanan yang tepat sebelum beraktivitas fisik merupakan kunci utama agar mereka memiliki daya tahan tubuh yang prima selama sesi latihan berlangsung.
Para ahli gizi dari BAPOMI menjelaskan bahwa setelah tidur semalaman, cadangan energi dalam tubuh atau glikogen mengalami penurunan drastis. Jika seorang anak langsung melakukan latihan fisik seperti berlari atau bermain sepak bola tanpa sarapan, tubuh akan dengan cepat mengalami kelelahan. Kondisi ini bukan hanya berisiko pada penurunan performa di lapangan, tetapi juga dapat memicu masalah kesehatan lain seperti kadar gula darah yang rendah atau pusing mendadak. Oleh karena itu, penting sekali bagi anak-anak untuk memahami bahwa Sarapan adalah bahan bakar dasar yang wajib ada agar setiap gerakan di lapangan lebih bertenaga dan fokus.
Sosialisasi ini juga memberikan panduan praktis mengenai jenis sarapan yang ideal untuk calon atlet muda. BAPOMI menekankan pentingnya kombinasi antara karbohidrat kompleks seperti nasi atau ubi, dengan tambahan protein seperti telur atau tempe, serta serat dari sayuran atau buah. Mereka memberikan contoh menu yang tidak hanya bergizi, tetapi juga mudah disiapkan di dapur panti asuhan. Edukasi ini membantu anak-anak untuk memilih menu yang paling baik bagi kesehatan tubuh mereka sendiri, alih-alih hanya sekadar mengisi perut dengan makanan ringan yang tidak memiliki nilai gizi memadai.
Selain aspek nutrisi, kegiatan ini juga menjadi ajang untuk membangun kedisiplinan. BAPOMI Pasaman menanamkan nilai bahwa atlet yang berprestasi adalah mereka yang memiliki keteraturan dalam hidupnya. Membiasakan diri untuk bangun pagi, beribadah, dan menyempatkan sarapan adalah serangkaian rutinitas yang membentuk karakter kuat. Anak-anak diajarkan bahwa kesuksesan di lapangan tidak lahir secara instan, melainkan dimulai dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang mereka lakukan di pagi hari. Dengan menyadari pentingnya sarapan, anak-anak yatim kini merasa lebih bersemangat untuk memulai aktivitas mereka.