Badan Pembina Olahraga Mahasiswa Indonesia (BAPOMI Pasaman) mengeluarkan peringatan keras dan mendalam tentang bahaya tersembunyi yang mengintai dalam suplemen peningkat performa ilegal. Ancaman ini sangat serius bagi mahasiswa atlet yang sedang mempersiapkan diri untuk event akbar, karena produk ini seringkali menjadi sumber utama doping yang tidak disengaja, merusak kesehatan atlet dan integritas olahraga.
BAPOMI Pasaman menjelaskan bahwa bahaya tersembunyi terbesar dari suplemen ilegal adalah kontaminasi silang atau penambahan zat terlarang yang disengaja. Suplemen peningkat performa ilegal yang dijual tanpa izin edar resmi seringkali mengandung stimulan, steroid anabolik, atau bahkan obat resep dosis tinggi yang tidak dicantumkan pada label. Bahaya tersembunyi ini dapat menyebabkan mahasiswa atlet gagal dalam tes doping, bahkan jika mereka tidak memiliki niat untuk curang. BAPOMI Pasaman menekankan bahwa integritas harus terkawal dari produk berbahaya semacam ini.
Selain risiko doping, BAPOMI Pasaman juga menyoroti bahaya tersembunyi jangka panjang terhadap kesehatan atlet. Suplemen ilegal tidak melalui pengawasan mutu pangan yang ketat, dan kandungan zat kimianya dapat merusak organ vital, termasuk hati dan ginjal, serta menyebabkan gangguan hormonal. BAPOMI Pasaman menyelenggarakan edukasi faktual dan aktual untuk memberikan kesadaran kepada mahasiswa atlet tentang konsekuensi fatal dari konsumsi ilegal.
BAPOMI Pasaman memberikan checklist perlindungan diri kepada mahasiswa atlet, yang menginstruksikan mereka untuk selalu waspada terhadap modus penipuan obat palsu yang berkedok suplemen olahraga. Checklist ini mendorong mahasiswa atlet untuk hanya menggunakan produk bersertifikat dan selalu berkonsultasi dengan tim medis BAPOMI sebelum mengonsumsi suplemen baru.
Melalui pengungkapan bahaya tersembunyi suplemen peningkat performa ilegal, BAPOMI Pasaman memberikan dukungan non-teknis yang krusial. BAPOMI Pasaman berkomitmen untuk melindungi mahasiswa atlet mereka, memastikan bahwa performa puncak diraih melalui pembinaan yang sehat dan jujur, bukan dari produk berbahaya yang penuh risiko.