Pasaman berupaya mengembalikan kejayaan olahraga mahasiswa melalui Cabor Tenis Meja dan Bulutangkis, dua olahraga yang secara historis mudah diakses dan sangat populer di lingkungan kampus. Tantangannya adalah Menghidupkan Kembali minat yang sempat meredup akibat minimnya kompetisi formal dan fokus berlebihan pada cabor beregu besar. BAPOMI Pasaman menerapkan strategi revitalisasi yang fokus pada partisipasi massal dan peningkatan kualitas fasilitas dasar.
Langkah pertama dalam Menghidupkan Kembali Cabor Tenis Meja dan Bulutangkis adalah mengubah pandangan dari sekadar rekreasi menjadi olahraga prestasi yang serius. Ini dimulai dengan perbaikan dan pemeliharaan fasilitas. Lapangan bulutangkis dan meja tenis yang tersedia di kampus harus diperbarui, dilengkapi dengan pencahayaan yang memadai, dan dijaga agar selalu siap digunakan. Kualitas fasilitas yang baik secara langsung meningkatkan motivasi atlet untuk berlatih.
Strategi inti BAPOMI Pasaman adalah penyelenggaraan turnamen berjenjang secara rutin. Turnamen tingkat fakultas atau jurusan diadakan setiap bulan, dan puncaknya adalah Liga Tenis Meja dan Bulutangkis Antar-Kampus per semester. Frekuensi kompetisi yang tinggi memastikan atlet memiliki target yang jelas dan waktu latihan yang terstruktur. Sistem ranking internal juga diterapkan untuk memicu persaingan sehat dan memudahkan talent scouting.
Selain itu, BAPOMI Pasaman berfokus pada pelatihan teknis dasar yang intensif. Karena kedua cabor ini sangat mengandalkan skill individu, sesi coaching clinic dengan pelatih bersertifikat diadakan untuk mengajarkan teknik grip, footwork (gerakan kaki), dan variasi stroke (pukulan) yang benar. Dengan Menghidupkan Kembali semangat kompetisi, menyediakan fasilitas yang layak, dan meningkatkan kualitas teknik, Pasaman menciptakan lingkungan yang kondusif bagi Cabor Tenis Meja dan Bulutangkis untuk kembali menjadi sumber utama prestasi olahraga mahasiswa di wilayah tersebut.