Webinar Remaja BAPOMI Pasaman: Inspirasi Ramadan di Tengah Gempuran Gadget

Dunia digital saat ini telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan generasi muda. Namun, di balik kemudahan akses informasi, terdapat tantangan besar berupa distraksi yang luar biasa, terutama saat menjalankan ibadah puasa. Fenomena “ngabuburit” yang dulunya diisi dengan kegiatan sosial, kini banyak beralih menjadi sekadar aktivitas scrolling di media sosial yang sering kali tidak berujung. Fenomena inilah yang melatarbelakangi sekelompok mahasiswa komunikasi untuk menyelenggarakan webinar remaja berskala nasional guna memberikan perspektif baru tentang bagaimana memanfaatkan teknologi secara bijak.

Fokus utama dari kegiatan ini adalah mencari inspirasi ramadan yang bisa diterapkan secara praktis oleh kaum muda. Mahasiswa menyadari bahwa melarang remaja menggunakan ponsel adalah hal yang mustahil dan tidak solutif. Oleh karena itu, strategi yang diambil dalam webinar ini adalah edukasi mengenai manajemen waktu dan kurasi konten. Para narasumber yang terdiri dari aktivis mahasiswa dan praktisi digital mengajak peserta untuk mengubah peran dari sekadar konsumen konten menjadi kreator kebaikan. Ini adalah upaya untuk menyeimbangkan kebutuhan spiritual dengan realitas kehidupan di tengah gempuran gadget.

Dalam sesi diskusi, dibahas secara mendalam mengenai dampak psikologis dari penggunaan gawai yang berlebihan selama puasa. Rasa haus dan lapar sering kali membuat seseorang menjadi lebih emosional, dan paparan konten negatif di dunia maya dapat memperburuk kondisi tersebut. Webinar ini memberikan tips tentang “Digital Detox” singkat selama waktu-waktu produktif ibadah, seperti saat setelah Subuh hingga waktu Zuhur. Inisiatif remaja yang mulai sadar akan pentingnya kesehatan mental dan spiritual di era digital menjadi bukti bahwa generasi ini tetap memiliki keinginan untuk tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik.

Selain itu, webinar ini juga membagikan berbagai aplikasi bermanfaat yang dapat menunjang kualitas ibadah, seperti aplikasi jadwal salat, hafalan Al-Qur’an, hingga platform donasi digital. Dengan demikian, gadget yang tadinya dianggap sebagai sumber distraksi, kini bertransformasi menjadi alat bantu (tool) untuk meraih pahala. Mahasiswa ditekankan untuk menjadi pelopor dalam menyebarkan konten positif, seperti video pendek inspiratif atau infografis mengenai tips puasa sehat, yang dapat mengimbangi narasi-narasi kurang bermanfaat yang sering berseliweran di linimasa.