Kabupaten Pasaman yang kaya akan bentang alam tropis dan hutan hujan yang rimbun menjadi latar belakang yang sempurna bagi inisiatif terbaru Bapomi. Kegiatan bertajuk jelajah rimba ini bukan sekadar kegiatan mendaki gunung atau menyusuri hutan biasa, melainkan sebuah gerakan besar untuk menyatukan aktivitas fisik dengan kesadaran lingkungan yang mendalam. Para atlet mahasiswa diajak untuk keluar dari zona nyaman stadion dan gedung olahraga guna merasakan langsung tantangan alam liar sekaligus menjalankan misi pelestarian alam yang sangat krusial bagi masa depan bumi.
Partisipasi aktif dari kalangan mahasiswa dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa generasi muda saat ini memiliki kepedulian yang tinggi terhadap isu perubahan iklim. Di bawah naungan Bapomi Pasaman, mereka belajar bahwa raga yang kuat harus didukung oleh lingkungan yang sehat. Selama perjalanan menyusuri jalur setapak di dalam hutan, para peserta tidak hanya diuji ketahanan fisiknya, tetapi juga dibekali dengan pengetahuan mengenai biodiversitas lokal. Mereka diajarkan untuk mengenali jenis-jenis pohon endemik dan memahami peran penting hutan sebagai paru-paru dunia yang harus dijaga dari kerusakan.
Konsep utama yang diusung dalam agenda ini adalah promosi olahraga yang berkelanjutan. Berbeda dengan kompetisi di ruang tertutup yang mengonsumsi banyak energi listrik, aktivitas di alam terbuka memanfaatkan sumber daya yang sudah disediakan oleh bumi secara cuma-cuma. Namun, Bapomi menekankan pada etika “tanpa jejak”, di mana setiap atlet dilarang keras meninggalkan sampah atau merusak ekosistem yang mereka lalui. Olahraga harus menjadi sarana untuk menghargai alam, bukan justru menjadi beban baru bagi lingkungan. Kedisiplinan atlet dalam menjaga kebersihan jalur rimba menjadi tolok ukur utama keberhasilan program ini.
Kampanye ekonomi hijau juga disisipkan dalam setiap rangkaian kegiatan di Pasaman. Mahasiswa didorong untuk menggunakan peralatan yang ramah lingkungan dan mendukung produk-produk lokal dari desa-desa di sekitar hutan. Hal ini menciptakan hubungan yang harmonis antara kegiatan olahraga, pelestarian alam, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat. Bapomi ingin membuktikan bahwa melalui aktivitas luar ruang, mahasiswa dapat menjadi duta lingkungan yang efektif, menyebarkan pesan konservasi melalui media sosial mereka dengan latar belakang keindahan alam yang memukau namun rapuh.